Sebaiknya kubunuh saja bayangan hitam wajahku yang terus menertawakan ku ,
Menertawakan sikapku yang terus saja mengasihani diriku sendiri, berkeluh kesah tanpa henti, padahal nikmat dari-Nya tak pernah berhenti, ampuni hambamu sini yang masih saja mengotori hati ini
Atau apakah aku harus ikut tertawa lepas, menertawakan kekonyolan dunia ini?
Biarlah lagipula dunia ini hanya permainan dan senda gurau belaka … Karena rasa sakit diciptakan untuk mensucikan diri, karena rasa sakit diciptakan agar kita percaya bahwa dunia ini hanyalah sementara.
Biarlah lagipula dunia ini hanya permainan dan senda gurau belaka … Karena rasa sakit diciptakan untuk mensucikan diri, karena rasa sakit diciptakan agar kita percaya bahwa dunia ini hanyalah sementara.
Erangan rasa sakit sudah kualami,
Tawa bahagia pun pernah kualami,
Wahai dunia yang penuh dengan antonim, berikanlah satu alasan agar aku menyayangimu lebih dari akhirat?!
Dan dia pun menjawab angkuh … Entah aku yang tak bisa mendengar, ataukau ia yang meracau tanpa logika? Layaknya orang mabuk yang kehilangan akal sehat …
Siang dan malam, pagi sore, gelap terang, bahagia sedih, putih hitam, hujan badai pun pasti akan berhenti dengan cerahnya matahari, atau bahkan dengan garis 7 warna …
Dunia itu berputar, saat dunia berhenti, atau satu hari menjadi 70 jam, barulah kau boleh bersedih berlebihan, barulah saat itu kau bisa memuaskan nafsu binatangmu yang penuh desahan, menari diatas penderitaan, tertawa diatas tangisan, layaknya memakan pizza di sebelah orang yang memakan nasi aking, atau pergi kenegara lain dengan mengatasnamakan belajar etika politik ke negara yang dahulu dikenal dengan negara terkorup.
Wahai para pemimpin sadarlah akan tujuan utama mu di dunia ini, semoga kita tidak pernah terlena dengan tipu muslihat dunia ini.